ia pujangga,
maka puisiku takkan mampu menyanjungnya
takkan sanggup meninggikannya
bahkan mengindahkannya

ia pujangga,
maka syairku takkan berarti untuknya
takkan mungkin dipandangnya
atau sekadar dikecap rasanya

ia pujangga,
lalu, aku pemujanya
pemuja pada setiap deret katanya
penikmat makna pada jengkal kalimatnya
pereguk rindu pada bahasanya

ya, aku perindunya
ia pujangga,